Pada awal mulanya Kampung Jalan Tengah adalah merupakan satu kesatuan dari kampung Rejewali yang merupakan induk dari kampung Jalan Tengah, pada waktu itu jumlah penduduk yang menetap di Lorong Jalan Tengah (sebutan untuk Kampung Jalan Tengah waktu itu) belum banyak seperti sekarang ini. Dan sebagian besar penduduk mengandalkan sektor pertanian untuk menjalankan roda ekonominya.
Pada rentang waktu yang cukup lama, maka jumlah masyarakat dan penduduk yang menghuni/menetap di Lorong Jalan Tengah ini terus meningkat dan bertambah banyak, sehingga atas dasar pemikiran beberapa tokoh masyarakat tersebut menginginkan agar terbentuknya pemerintahan Kampung sendiri. Sehingga pada Tahun 2002 terbentuklah suatu Kampung Persiapan yang diberi nama Kampung Persiapan Jalan Tengah, dan sebagai Kepala Kampung Persiapan adalah Bapak Muhammad Arita.
Pada selang waktu 1 tahun, tepatnya pada Tahun 2003 resmi Kampung Jalan Tengah Menjadi Kampung Definitif. Dan dipimpim kembali oleh Bapak Muhammad Arita sampai dengan tahun 2012. Periode Tahun 2012 s/d 2018 dipimpin oleh Bapak Mat Ali sebagi Reje Jalan Tengah, pada tahun 2018 s/d 2024 sebagai Reje adalah Bapak Sugiyanto, dan pada Tahun 2025 sampai dengan sekarang Kampung Jalan Tengah dipimpin oleh Bapak Muhammad sebagai Reje yang dibantu oleh Banta, Kepala Urusan (Kaur), Pengulu dan unsur perangkat Kampung lainnya. Serta dari unsur Rakyat Genap Mupakat (RGM) dipimpin oleh Bapak Sutenang selaku Ketua.